ADVERTISE

Cari Disini

Translate

Sunday, June 5, 2016

Begini Cara Menghilangkan Bibir Pecah-Pecah


Sebagian dari Anda mungkin pernah merasakan masalah bibir pecah-pecah. Penampilan jadi tak sempurna karena kurang percaya diri. Atasi bibir pecah-pecah dengan dengan cara di bawah ini.
Kebanyakan orang mengira bahwa bibir pecah-pecah hanya muncul saat musim panas atau musim kemarau. Padahal, bibir pecah-pecah bisa juga dialami saat musim hujan.

Penyebab dan Gejalanya

Bibir memiliki kondisi unik dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Bagian ini tidak dibekali kelenjar minyak untuk menjaga kelembapan. Oleh karena itu, paparan sinar matahari saat musim kemarau atau rendahnya kelembapan udara bisa menjadikan bibir kering. Kondisi tersebut bisa makin memburuk jika kita tidak melakukan perawatan dengan baik terhadap bibir.

Satu hal yang terkadang menjadi kebiasaan adalah kita seringkali menjilati bibir sendiri apabila bibir terasa kering. Padahal, kebiasaan ini tidak dianjurkan karena semakin sering air liur membasahi bibir, ternyata akan semakin memperburuk pecahan pada bibir.

Beberapa gejala yang bisa dialami adalah: bibir terasa kering bahkan sampai mengelupas, muncul sisik pada bibir, terdapat luka, bengkak, dan jika sudah parah akan mengalami pendarahan.
Cara Mengatasi Bibir Pecah-Pecah

Untuk menghilangkan bibir pecah-pecah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Di antaranya:
Kurangi kebiasaan menjilat bibir

Meski kadang bermaksud untuk membasahi bibir yang mengalami kekeringan, ternyata menjilati bibir justru memperburuknya. Cepatnya air liur menguap menyebabkan bibir mengalami kondisi lebih kering daripada sebelum dijilat. Jika menjilati bibir disebabkan pemakaian lips balm yang mengandung rasa, maka pemakaiannya sebaiknya dihindari.
Gunakan pelindung bibir

Memakai lips balm bertabir surya saat cuaca kering dan dingin membuat bibir mendapat perlindungan optimal dari pengaruh cuaca. Semakin sering beraktivitas di luar ruangan, semakin sering pula kebutuhan menggunakan pelindung bibir.
Hindari pemicu alergi

Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan bahan-bahan yang bisa memicu alergi. Sebagian orang rentan alergi terhadap produk parfum, pewarna, kosmetik, atau produk perawatan kulit.
Jaga tingkat hidrasi

Untuk menjaga kelembapan pada bibir, minumlah air putih yang banyak agar tubuh termasuk bibir tetap terhidrasi. Jika perlu, pasanglah pelembap udara di ruangan agar kelembapannya tetap terjaga.
Bernapas melalui hidung

Beberapa orang mungkin lebih suka bernapas memakai mulut daripada hidung mereka. Kebiasaan bernapas dengan mulut ini sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi bibir pecah-pecah.
Batasi makanan pedas dan asam

Beberapa makanan yang memiliki rasa pedas dan asam berlebih sebaiknya dikurangi karena bisa menimbulkan iritasi pada bibir. Jika sudah mengalami bibir pecah-pecah, tidak mengonsumsi makanan pedas dan asam akan membantu mempercepat proses penyembuhan.
Hindari pemakaian obat-obatan tertentu

Beberapa obat mungkin menimbulkan efek samping berupa bibir pecah-pecah. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati depresi, cemas berlebih, alergi, rasa nyeri, jerawat, dan masalah penapasan bisa menyebabkan bibir pecah-pecah. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dengan pasti hal tersebut. Jika sangat mengganggu, Anda bisa mempertimbangkan alternatif obat lain.

Meski bibir pecah-pecah dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada beberapa orang hal tersebut bisa berubah menjadi kian parah. Jika sudah parah, maka bibir pecah-pecah bisa berubah menjadi cheilitis atau peradangan pada bagian permukaan bibir. Tanda spesifik dari cheilitis adalah munculnya pecah-pecah di sudut bibir dan bisa disertai oleh infeksi. Jika bibir pecah-pecah sudah menjadi cheilitis atau peradangan di bibir dan susah disembuhkan, periksakan diri ke dokter.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah Dengan Alami

Cara Mengatasi Rambut Rontok - Saya yakin pasti banyak wanita mengalami kerontokan rambut dan tidak tahu cara mengatasi rambut rontok secara alami. Meskipun saat ini sudah banyak sekali produk perawatan rambut yang diklaim dapat mengatasi rambut rontok parah, namun ternyata masih banyak orang memilih cara tradisional menggunakan bahan alami. Yah, meskipun hanya menggunakan bahan alami ternyata hasilnya cukup efektif dan tentunya tidak memberikan efek samping pada kesehatan rambut. Tahukah anda bahwa rambut rontok itu merupakan hal yang wajar dan normal. Setidaknya rambut kita akan mengalami kerontokan sebanyak 40-120 helai, sedangkan jumlah rambut kita dapat mencapai 100 ribu helai.

Selain itu perlu anda ketahui juga bahwa pertumbuhan rambut kita dibagi dalam 3 fase yakni fase pertumbuhan, fase istirahat, dan fase kerontokan. Nah setelah fase kerontokan tersebut maka rambut kita akan kembali tumbuh karena rambut rontok hanya sampai pada umbi, sedangkan papil atau bibit rambut dibawahnya sudah menyiapkan rambut baru sebagai penggantinya.


Cara Mengatasi Rambut Rontok

Rambut rontok juga dapat disebabkan karena berbagai faktor, diantaranya yakni karena polusi, kurang nutrisi, paparan sinar matahari, faktor hormon, stres, pemakaian bahan kimia, dan masih banyak lagi. Jadi apabila anda mengalami kerontokan ada baiknya tetap diwaspadai dan cobalah mencari penyebabnya. Pasalnya rambut rontok juga dapat menjadi sebuah tanda adanya penyakit tertentu pada tubuh anda.

Cara mengatasi rambut rontok secara alami bisa menjadi salah satu solusi terbaik karena cara tersebut sangat mudah dan hasilnya pun cukup efektif. Anda dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti buah alpukat, kemiri, lidah buaya, dan masih banyak lagi. Nah berikut ini beberapa cara mengatasi rambut rontok parah secara alami yang dapat anda coba terapkan.

1. Menggunakan lidah buaya
Kandungan dalam lidah buaya ternyata tak hanya mampu membuat rambut menjadi lebih sehat, tetapi juga lebih kuat dan mampu merangsang pertumbuhan rambut pada kulit kepala anda. Sebelum menerapkan cara ini basahi dulu rambut anda dan tunggu sampai setengah kering. Setelah itu usapkan lendir yang terdapat pada bagian daging lidah buaya. Usapkan pada rambut dan kulit kepala anda, biarkan 15 hingga 20 menit. Lakukan hal ini 2 hingga 3 kali dalam seminggu. 

2. Kemiri
Kandungan minyak kemiri mampu membuat rambut menjadi lebih hitam, sehat dan mampu mengatasi masalah kerontokan rambut. Kandungan minyak kemiri mampu membuat akar rambut menjadi lebih kuat, dan mampu merangsang rambut untuk tumbuh pada bagian kulit kepala anda. Cara menggunakannya yakni dengan menyangrai kemiri yang sudah ditumbuk kasar. Setelah disangrai kemudian tumbuk sampai halus dan mengeluarkan minyak. Selanjutnya usapkan minyak kemiri tersebut pada rambut anda. Langkah terakhir yakni kramas dengan shampo agar rambut anda bersih. 

3. Buah alpukat
Cara selanjutnya adalah dengan memanfaatkan buah alpukat. Anda dapat menggunakan buah alpukat sebagai masker rambut, karena kandungan protein yang terdapat pada buah yang satu ini sangat effektif untuk menguatkan rambut dan mampu memberi nutrisi pada rambut anda. Selain mampu menguatkan rambut, buah ini juga mampu merangsang pertumbuhan rambut anda. Caranya cukup dengan menghaluskan buah alpukat kemudian balurkan pada rambut serta kulit kepala anda. Diamkan 20 menit lalu bilas dengan shampo agar bersih. 

4. Yogurt
Yogurt merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut. Caranya sangat mudah, anda dapat mengoleskannya pada bagian kulit kepala dan biarkan 10 hingga 15 menit. Terapkan cara ini 2 hingga 3 kali dalam seminggu hingga anda mendapatkan hasil yang anda inginkan.
 
5. Minyak esensial
Beberapa minyak esensial yang terbukti dapat mengatasi rambut rontok yakni seperti minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak kelapa. Anda dapat membalurkan minyak esensial pada rambut dan kulit kepala anda secukupnya dan lakukan juga pemijatan. Penerapan secara rutin 2 kali dalam seminggu dapat memberikan hasil yang maksimal. 

6. Bawang putih
Caranya yakni haluskan bawang putih dan gunakan sebagai masker rambut. Setelah dibalurkan tunggu selama beberapa menit dan langkah terakhir yakni keramas menggunakan shampo agar rambut anda bersih. 

7. Teh hijau
Cara yang satu ini cukup mudah, yakni buatlah teh panas seperti biasa dan tunggu sampai dingin. Setelah dingin basuhkan air teh tersebut keseluruh rambut anda. Diamkan kurang lebih selama 1 jam dan bilas rambut anda dengan shampo.
Dari beberapa cara mengatasi rambut rontok parah diatas silahkan pilih salah satu dan terapkan secara rutin agar hasilnya lebih maksimal. Supaya terhindar dari kerontokan rambut anda baiknya anda memenuhi vitamin yang diperlukan oleh rambut. Anda dapat mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin E. Demikian tips kesehatan tentang cara mengatasi kerontokan rambut, semoga bermanfaat.

Thursday, June 2, 2016

Flu Atau Influenza

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familiaOrthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.[1]

Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda[2] Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak,[1] namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut."[3] Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.[4]

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul.[5] Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen.[6][7] Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.[8]

Influenza menyebar ke seluruh dunia dalam epidemi musiman, yang menimbulkan kematian 250.000 dan 500.000 orang setiap tahunnya,[9] bahkan sampai jutaan orang pada beberapa tahun pandemik. Rata-rata 41.400 orang meninggal tiap tahunnya di Amerika Serikat dalam kurun waktu antara tahun 1979 sampai 2001 karena influenza.[10] Pada tahun 2010 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mengubah cara mereka melaporkan perkiraan kematian karena influenza dalam 30 tahun. Saat ini mereka melaporkan bahwa terdapat kisaran angka kematian mulai dari 3.300 sampai 49.000 kematian per tahunnya.[11]

Tiga pandemi influenza terjadi pada abad keduapuluh dan telah menewaskan puluhan juta orang. Tiap pandemi tersebut disebabkan oleh munculnya galur baru virus ini pada manusia. Seringkali, galur baru ini muncul saat virus flu yang sudah ada menyebar pada manusia dari spesies binatang yang lain, atau saat galur virus influenza manusia yang telah ada mengambil gen baru dari virus yang biasanya menginfeksi unggas atau babi. Galur unggas yang disebut H5N1 telah menimbulkan kekhawatiran munculnya pandemi influenza baru, setelah kemunculannya di Asia pada tahun 1990-an, namun virus tersebut belum berevolusi menjadi bentuk yang menyebar dengan mudah dari manusia-ke-manusia.[12] Pada April 2009 sebuah galur virus flu baru berevolusi yang mengandung campuran gen dari flu manusia, babi, dan unggas, yang pada awalnya disebut "flu babi" dan juga dikenal sebagai influenza A/H1N1, yang muncul di Meksiko, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendeklarasikan wabah ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009 (lihat pandemi flu 2009). Deklarasi WHO mengenai pandemi tingkat 6 merupakan indikasi penyebaran virus, bukan berat-ringannya penyakit, galur ini sebetulnya memiliki tingkat mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan wabah virus flu biasa.[13]

Vaksinasi terhadap influenza biasanya tersedia bagi orang-orang di negara berkembang.[14] Ternak unggas sering divaksinasi untuk mencegah musnahnya seluruh ternak.[15] Vaksin pada manusia yang paling sering digunakan adalah vaksin influenza trivalen (trivalent influenza vaccine [TIV]) yang mengandung antigen yang telah dimurnikan dan diinaktivasi terhadap tiga galur virus. Biasanya, vaksin jenis ini mengandung material dari dua galur virus influenza subtipe A dan satu galur influenza subtipe B.[16] TIV tidak memiliki risiko menularkan penyakit, dan memiliki reaktivitas yang sangat rendah. Vaksin yang diformulasikan untuk satu tahun mungkin menjadi tidak efektif untuk tahun berikutnya, karena virus influenza berevolusi dengan cepat, dan galur baru akan segera benggantikan galur yang lama. Obat-obatan antivirus dapat dipergunakan untuk mengobati influenza, neuraminidase inhibitor (seperti Tamiflu atau Relenza).[17] yang terutama efektif.
 

Wednesday, June 1, 2016

Osteoporosis Atau Pengeroposan Tulang

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Osteoporosis primer

Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

Osteoporosis sekunder

Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan:
  • Cushing's disease
  • Hyperthyroidism
  • Hyperparathyroidism
  • Hypogonadism
  • Kelainan hepar
  • Kegagalan ginjal kronis
  • Kurang gerak
  • Kebiasaan minum alkohol
  • Pemakai obat-obatan/corticosteroid
  • Kelebihan kafein
  • Merokok

Osteoporosis anak

Osteoporosis pada anak disebut juvenile idiopathic osteoporosis.

Penyebab

Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
Osteoporosis senilis terjadi karena kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan di antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia di atas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.
Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Gejala

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala.
Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.
Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.
Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

Diagnosa

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa di atasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.
Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna untuk:
  • wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis
  • penderita yang diagnosisnya belum pasti
  • penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.

Patogenesis

Mekanisme yang mendasari dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Dalam tulang normal, terdapat matrik konstan remodeling tulang; hingga 10% dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu. Proses pengambilan tempat dalam satuan-satuan multiseluler tulang (bone multicellular units (BMUs)) pertama kali dijelaskan oleh Frost tahun 1963.[1] Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang), setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas.[2]

Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.
Wanita paska menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis.
Alendronat berfungsi:
  • mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
  • meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
  • mengurangi angka kejadian patah tulang.
Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain. Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu.

Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung.
Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.
Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi. Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.
Patah tulang karena osteoporosis harus diobati. Patah tulang panggul biasanya di atasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

Pencegahan

Pencegahan osteoporosi meliputi:
  • Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengonsumsi kalsium yang cukup.
  • Melakukan olah raga dengan beban.
  • Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu).
Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal. Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Akan tetapi tablet kalsium dan susu yang dikonsumsi setiap hari akhir - akhir ini menjadi perdebatan sebagai pemicu terjadi osteoporosis, berhubungan dengan teori osteoblast.
Pembentukan tulang yang maksimal terjadi sejak usia 5 tahun hingga puncak kepadatan tulang terjadi pada usia 35 tahun, setelah itu proses pengeroposan tulang yang cepat atau lambat tergantung dari apakah butir 1 dan 2 tersebut di atas tetap dilakukan atau tidak. Biasanya di Indonesia osteoporosis terdeksi pada usia 40 hingga 45 tahun pada wanita dan usia 50 tahun pada pria. Tetapi sekarang ini dijumpai penderita osteoporosis berusia 30 tahun. Hal ini kemungkinan terjadi karena kurangnya aktifitas fisik dimana taman-taman/tempat bermain untuk anak-anak sangat berkurang dibanding masa lalu dan anak-anak sekarang lebih sering bermain games dan gadgets yang hanya duduk saja, walaupun mungkin kecukupan gizi kalsium/susu anak-anak tersebut telah mencukupi. Untuk itu perlu dilakukan edukasi pada guru dan orangtua, bahwa bergerak, berolahraga dan bermain yang menggunakan aktifitas fisik itu perlu selain gizi dan kalsium/susu, agar tercapai kepadatan tulang maksimum sebagai 'tabungan tulang'.[3]
Olahraga beban seperti berjalan dan menaiki tangga akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

Sumber  : wikipedia